Senin, 08 Desember 2008

PROPOSAL NATAL DARI GMKI FEDITA USU TAHUN 2008


Medan, 01 Desember 2008

No : 015 /C/PK-GMKI/FEDITA-USU/MDN/XII/2008
Lamp : 1 (satu) Berkas
Hal : Permohonan Bantuan Dana
Kepada Yth.
Kakanda ____________
Di
Tempat

Salam sejahtera,
Kiranya kita dilimpahi segala berkat kasih dan karunia dari Tuhan Yesus Kristus Sang Kepala Gerakan dalam setiap aktivitas pada kehidupan kita sehari-hari.

Perlunya suatu wadah untuk mensyukuri betapa besar anugerah Tuhan kepada umat manusia khususnya civitas GMKI komisariat FEDITA-USU melalui anakNya yang tunggal yang telah dikaruniakanNya kepada kita maka Pengurus Komisariat berinisiatif mengadakan perayan Natal bersama. Diharapkan dengan perayaan natal ini semakin tercipta rasa spritualitas dalam mengimani dan memaknai natal sebagai wadah yang merupakan wujud syukur atas kelahiran Tuhan Yesus Kristus.

Untuk mewujudkan pelaksanaan Perayaan Natal ini, kami menyadari membutuhkan pengorbanan materil dan spiritual. Melalui proposal ini, kami memohon kepada Kakanda agar dapat memberikan partisipasinya dalam bentuk dana. Sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Besar harapan kami agar Kakanda dapat menerima permohonan kami ini dan dapat memberikan partisipasi demi terlaksana kegiatan ini. Demikianlah proposal ini kami perbuat, atas perhatian dan kerjasamanya yang baik, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Ut Omnes Unum Sint

Syalom,

Pengurus Komisariat
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia
FEDITA – USU
Masa Bakti 2008-2009

Amsal Tambun Henrico Simanjuntak
Ketua Sekretaris

Cc.file
HS/hs

PERAYAAN NATAL
GMKI KOMISARIAT FEDITA – USU
TAHUN 2008­­­­­­­­­­­
_________________________________________________________________­­­­
I. LATAR BELAKANG
Sebagai wujud rasa syukur kita dalam memperingati kelahiran Tuhan Yesus Kristus, maka diperlukan suatu wadah untuk merayakan natal bersama sehingga dengan adanya perayaan natal ini kita semakin mengerti makna natal dan mengerti betapa besarnya kasih Tuhan pada kita khususnya civitas GMKI FEDITA-USU.

II. TUJUAN
Dengan diadakannya kegiatan Perayaan Natal diharapkan dapat mewujudkan rasa syukur kita atas anugerah Tuhan yang telah memberikan anakNya yang tunggal sehingga dapat meningkatkan rasa spritualitas dan rasa kekeluargaan antar civitas GMKI FEDITA-USU, simpatisan, serta anak-anak panti asuhan.

III. THEMA DAN SUB THEMA
Thema : “ Bangkitlah Menjadi Taruk bagi Bangsa ”
Sub Thema : “Apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
( Kolose 3:23 )

IV. DASAR PELAKSANAAN
Keputusan Rapat Anggota Komisariat GMKI FEDITA-USU No.008/RAKOM-GMKI/FEDITA-USU/MDN/IX/2008 Tentang Garis-Garis Besar Program dan Kebijakan Umum PK GMKI FEDITA-USU Masa Bakti 2007-2008
Keputusan Sidang Pleno I GMKI FEDITA-USU No.005/SP-1/PK-GMKI/FEDITA-USU Masa Bakti 2008-2009
Kebijakan PK GMKI Komisariat FEDITA Masa Bakti 2008-2009

V. BENTUK KEGIATAN
Kegiatan Perayaan Natal ini dilaksanakan dengan bentuk , Kunjungan Sosial ke Panti Asuhan, kebaktian, ramah tamah dan games.

VI. WAKTU DAN TEMPAT
Hari/tanggal : Sabtu / 20 Desember 2008
Tempat : Panti Asuhan Bait Allah Jalan Binjai Km7,5 Medan
Pukul :

VII. PEMBIAYAAN

TAKSASI BIAYA
PERAYAAN NATAL
GMKI KOMISARIAT FEDITA-USU MEDAN
TAHUN 2008


A. PENGELUARAN
KESEKRETARIATAN
Cetak Proposal
Tipe A 2 buah

Tipe B 50 buah

Kuitansi

Amplop

Rental dan Print

Jumlah

ACARA
1. Pembicara

2. Tertib Acara

3. Sumbangan Sosial Panti Asuhan

4. Partitur Liturgi

5. Lilin

6. Pita Semat 9 @ Rp. 7.000

Jumlah

KONSUMSI
Konsumsi ± 300 orang @ 7000

Snack

Jumlah

PUBLIKASI DAN DOKUMENTASI
Film 1 Roll + Cuci cetak

Karton

Jumlah

DANA
Keripik 500 @ 700

Makanan

Jumlah

TOTAL

Biaya tak terduga 10 %

Total Pengeluaran


B. PENERIMAAN
Subsidi Pengurus Komisariat

Rp. 10.000
Rp. 50.000
Rp. 15.000
Rp. 50.000
Rp. 15.000
Rp. 140.000

Rp. 200.000
Rp. 100.000
Rp. 500.000
Rp. 50.000
Rp. 150.000
Rp. 63.000
Rp. 1.063.000

Rp.2.100.000
Rp. 300.000
Rp.2.400.000

Rp. 50.000
Rp. 20.000
Rp. 70.000

Rp. 350.000
Rp. 500.000
Rp. 850.000
Rp.4.523. 000
Rp. 452.300
Rp.4.975.300

Rp. 300.000

Rp. 135.000
Rp. 450.000
Rp. 50.000

Rp. 100.000
Rp.2.500.000

Rp. 500.000
Rp. 940.300
Rp.4.975.300

Konstribusi Peserta
Pengurus Komisariat (Rp.15.000 x 9)

Anggota Biasa (Rp.15.000 x 30)

Simpatisan (Rp.5.000 x 10)

Proposal
Tipe A (Rp.50.000 x 2)

Tipe B (Rp.50.000 x 50)

Rp. 135.000
Rp. 450.000
Rp. 50.000

Rp. 100.000
Rp.2.500.000

Rp. 500.000
Rp. 940.300
Rp.4.975.300

Aksi Dana
Keripik 500 @ Rp. 1.000

Makanan

TOTAL PENERIMAAN

Rp. 500.000
Rp. 940.300
Rp.4.975.300


VIII. PENGORGANISASIAN
1. PENANGGUNG JAWAB DAN PELAKSANA
Penanggung jawab program dan pelaksana PK GMKI FEDITA-USU Masa bakti 2008-2009
2. Struktur Kepengurusan

STRUKTUR KEPENGURUSAN
GMKI KOMISARIAT FEDITA-USU MEDAN
TAHUN 2008-2009


KETUA : Amsal Tambun


Wakil Ketua : Rosalina Siburian


SEKRETARIS : Henrico Simanjuntak


Wakil Sekretaris Bid. Organisasi dan Komunikasi : Melly Siahaan


Wakil Sekretaris Bid. Pend. Kader dan Kerohanian : Reminche Munthe


Wakil Sekretaris Bid. Aksi dan Pelayanan : Melly Silaban


BENDAHARA : Rosna Hutabarat


Biro-Biro : 1. Lisbeth Simanjuntak 2. Givensy

Nomor Rekening Bendahara :

Rosana Hutabarat

Bank BNI Cabang USU Medan

0135178048

Minggu, 16 November 2008

KOMUNIKASI

Bisnis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.

Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi "bisnis" yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.

Bentuk dasar kepemilikan bisnis

Meskipun bentuk kepemilikan bisnis berbeda-beda pada setiap negara, ada beberapa bentuk yang dianggap umum:

  • Perusahaan perseorangan: Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.
  • Persekutuan: Persekutuan adalah bentuk bisnis dimana dua orang atau lebih bekerja sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan profit. Sama seperti perusahaan perseorangan, setiap sekutu (anggota persekutuan) memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi persekutuan komanditer dan firma.
  • Perseroan: Perseroan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh dewan direktur. Setiap pemilik memiliki tanggung jawab yang terbatas atas harta perusahaan.
  • Koperasi: adalah bisnis yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya. Karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain adalah anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.

Klasifikasi

Bisnis terdiri dari berbagai macam tipe, dan, sebagai akibatnya, bisnis dapat dikelompokkan dengan cara yang berbeda-beda. Satu dari banyak cara yang dapat digunakan adalah dengan mengelompokkan bisnis berdasarkan aktivitas yang dilakukannya dalam menghasilkan keuntungan.
  • Manufaktur adalah bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari barang mentah atau komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan. Contoh manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang fisik seperti mobil atau pipa.
  • Bisnis jasa adalah bisnis yang menghasilkan barang intangible, dan mendapatkan keuntungan dengan cara meminta bayaran atas jasa yang mereka berikan. Contoh bisnis jasa adalah konsultan dan psikolog.
  • Pengecer dan distributor adalah pihak yang berperan sebagai perantara barang antara produsen dengan konsumen. Kebanyakan toko dan perusahaan yang berorientasi-konsumen adalah distributor atau pengecer. lihat pula: Waralaba
  • Bisnis pertanian dan pertambangan adalah bisnis yang memproduksi barang-barang mentah, seperti tanaman atau mineral tambang.
  • Bisnis finansial adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan pengelolaan modal.
  • Bisnis informasi adalah bisnis menghasilkan keuntungan terutama dari pejualan-kembali properti intelektual (intelellectual property).
  • Utilitas adalah bisnis yang mengoperasikan jasa untuk publik, seperti listrik dan air, dan biasanya didanai oleh pemerintah.
  • Bisnis real estate adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah, dan bangunan.
  • Bisnis transportasi adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang lain.

ABOUT GMKI

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia adalah organisasi kemahasiswaan yang didirikan pada tanggal 9 Februari 1950. Namun Christelijke Studenten Vereeniging op Java (CSV) yang menjadi cikal bakal GMKI telah ada jauh sebelumnya dan berdiri sejak 28 Desember 1932 di Kaliurang.

Sejarah

Berdirinya CSV tidak terpisahkan dengan peranan Ir. C.L Van Doorn, seorang ahli kehutanan yang mempelajari aspek sosial dan ekonomi khususnya ilmu pertanian dan kemudian memperoleh doktor di bidang ekonomi serta sarjana di bidang teologi.

Dengan adanya mahasiswa di Indonesia dan bersamaan dengan berdirinya School tot Opleiding van Indishe Artsen (STOVIA) tahun 1910-1924 di Batavia. Selain itu, berdiri juga Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) di Surabaya (1913), Sekolah Teknik di Bandung (1920), Sekolah Kedokteran Hewan di Bogor (1914) dan Sekolah Hakim Tinggi di Jakarta (1924). Pada tahun 1924 terbentuklah Batavia CSV dan inilah cabang CSV yang pertama.

Kurun waktu 1925-1927 para mahasiswa di Surabaya yang tergabung dalam Jong Indie aktif melakukan penelaahan Alkitab. Kelompok ini bersama Batavia CSV mengadakan Konferensi di Kaliurang pada bulan Desember 1932. Pembicara-pembicara utama kegiatan tersebut adalah Dr. J. Leimena, Ir. C.L van Doorn dan Dr. Hendrik Kraemer. Selain itu, beberapa sumber menyebut bahwa Amir Sjarifuddin juga terlibat dalam CSV op Java. [1] [2]

Jumlah anggota CSV op Java dalam kurun waktu 1930-an sekitar 90 orang. Cabang-cabangnya baru ada di kota-kota perguruan tinggi di Jawa (Jakarta, Bogor, Bandung dan Surabaya). Walaupun kecil dan lemah namun keberadaan CSV op Java telah berhasil meletakkan dasar bagi pembinaan mahasiswa Kristen yang akan dilanjutkan GMKI di kemudian hari.

Sejumlah mahasiswa kedokteran dan hukum di Jakarta memutuskan untuk membentuk suatu organisasi mahasiswa Kristen. Organisasi itu untuk menggantikan CSV op Java yang sudah tidak ada. Dalam pertemuan di STT Jakarta tahun 1945, dibentuk Perhimpunan Mahasiswa Kristen Indonesia (PMKI) dengan maksud keberadaannya sebagai Pengurus Pusat PMKI. Dengan demikian Dr. J. Leimena dipilih sebagai Ketua Umum dan Dr. O.E Engelen sebagai Sekretaris Jenderal. Tetapi karena Leimena sibuk dengan tugas-tugas sebagai Menteri Muda Kesehatan, tugas-tugasnya diserahkan kepada Dr. Engelen.

Kegiatan-kegiatan PMKI tidak jauh berbeda dengan CSV op Java dengan Penelahaan Alkitab salah satu inti kegiatannya. Keanggotaan PMKI sebagian besar adalah mahasiswa yang memihak pada perjuangan kemerdekaan. Terbentuklah PMKI di Bandung, Bogor, Surabaya dan Yogyakarta (setelah UGM berdiri) segera menyusul.

Tak lama setelah PMKI lahir, awal tahun 1946 muncul organisasi baru dengan menggunakan CSV di Bogor, Bandung dan Surabaya dengan “CSV yang baru” dan tidak menjadi tandingan PMKI. Kesamaan kedua organisasi ini adalah merealisasikan persekutuan iman dalam Yesus Kristus dan menjadi saksi Kristus dalam dunia mahasiswa.

Masuknya Jepang ke Indonesia mengakhiri eksistensi CSV op Java secara struktural dan organisatoris. Pemerintah pendudukan Jepang melarang sama semua kegiatan-kegiatan organisasi yang dibentuk pada jaman Belanda. Secara prakatis CSV op Java tidak ada lagi sejak tahun 1942. Sepanjang sejarahnya, CSV op Java dipimpin oleh Ketua Umumnya Dr. J. Leimena (1932-1936) serta Mr. Khouw (1936-1939). Sedangkan sekretaris (full time) dijalankan Ir. C.L Van Doorn (1932-1936).

Dengan berakhirnya pertikaian Indonesia dengan Belanda, tahun 1949 berakhir pula “pertentangan” antara PMKI dengan CSV baru tersebut. Tanggal 9 Februari 1950 di kediaman Dr. J. Leimena di Jl. Teuku Umar No. 36 Jakarta, wakil-wakil PMKI dan CSV baru hadir dalam pertemuan tersebut. Maka lahirlah kesepakatan yang menyatakan bahwa PMKI dan CSV baru untuk meleburkan diri dalam suatu organisasi yang dinamakan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan mengangkat Dr. J. Leimena sebagai Ketua Umum hingga diadakan kongres. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan sangat penting dan suatu moment awal perjuangan mahasiswa Kristen yang tergabung dalam GMKI maka pada kesempatan itu Dr. J. Leimena menyampaikan pesan penting yang mengatakan:

"Tindakan ini adalah suatu tindakan historis bagi dunia mahasiswa umumnya dan masyarakat Kristen pada khususnya. GMKI menjadilah pelopor dari semua kebaktian yang akan dan mungkin harus dilakukan di Indonesia. GMKImenjadilah suatu pusat sekolah latihan (leershool) dari orang-orang yang mau bertanggungjawab atas segala sesuatu yang mengenai kepentingan dan kebaikan negara dan bangsa Indonesia. GMKI bukanlah merupakan Gesellschaft, melainkan ia adalah suatu Gemeinschaft, persekutuan dalam Kristus Tuhannya. Dengan demikian ia berakar baik dalam gereja, maupun dalam Nusa dan Bangsa Indonesia. Sebagai bagian dari iman dan roh, ia berdiri di tengah dua proklamasi: Proklamasi Kemerdekaan Nasional dan Proklamasi Tuhan Yesus Kristus dengan Injilnya, ialah Injil Kehidupan, Kematian dan Kebangkitan"

GMKI kemudian berkembang dengan berdirinya cabang-cabang GMKI di berbagai wilayah Indonesia. Dalam transisi kepemimpinan nasional di era Ode Lama, Orde Baru, era Reformasi dan pada masa kini, GMKI mencoba memainkan perannya sebagai wujud semangat nasionalisme dan ekumenisme.


Perkembangan GMKI

Saat ini, GMKI memiliki 65 cabang yang tersebar di kota-kota perguruan tinggi di berbagai provinsi di Indonesia. GMKI merupakan tempat persiapan kader dengan kompetensi dalam iman, ilmu, kepemimpinan dan kepekaan sosial yang dapat diaplikasikan dalam tiga medan pelayanannya yakni, gereja, perguruan tinggi dan masyarakat.

Dalam melakukan Pelayanannya, GMKI membangun kerjasama dengan beberapa institusi seperti Gereja, Universitas, LSM, MEDIA, aktif dalam Kelompok Cipayung (GMKI, GMNI, PMKRI, HMI, PMII) dan FKPI (Forum Kebangsaan Pemuda Indonesia) dengan berbagai program kerjasama. GMKI juga berafiliasi dengan Federasi Mahasiswa Kristen se-Dunia (WSCF) dan saat ini membangun jaringan dengan Perkumpulan Organisasi Kristen dalam bidang Sosial se-Asia (ACISCA).

Mengenali kreativitas

Mengenali kreativitas

Hampir semua orang bicara tentang kreativitas. Bahkan dalam persepsi banyak orang, kreativitas adalah salah satu syarat penting untuk bisa menjadi orang yang berharga, baik dalam karir maupun dunia usaha. Jadi apa sesungguhnya kreativitas itu? Berikut adalah sekilas info seputar pengertian dan makna kreativitas.

  • Kreativitas adalah ekspresi alami setiap orang

    Seorang bocah yang diamati sejak usia dini telah menunjukan keingintahuan yang tinggi dan sangat terbuka terhadap lingkungannya. Jika keinginan itu dibiarkan bebas di alam intuisi kekanakannya, mungkin si anak akan mampu melahirkan sebuah aktivitas tertentu seusai dengan daya imajinasi dan intusisinya. Apa yang dilakukannya adalah sebuah bentuk kreativitas yang dilakukan dengan antusiasme seorang bocah.

  • Kreativitas adalah sesuatu yang seringkali hilang untuk waktu yang panjang

    Ketika menjadi dewasa, kita seringkali merasakan banyak faktor eskternal yang mempengaruhi dan menyebabkan kita tumpul, tak bisa berpikir kreatif dan kehilangan inisiatif. Andai bisnis yang kita bangun tengah melaju bagus ke milenium ketiga, mungkin kita malah tak berusaha mengembangkannya jika memang sedang kehilangan kreativitas ini.

  • Kreativitas adalah bagian integral dari keberhasilan sebuah tim.

    Kreativitas selalu menjunjung tinggi nilai keaslian, ekspresif dan daya imajinatif. Sebuah organisasi, apapun bentuknya, seharusnya bisa mengembangkan sinergi ini di semua lapisan anggotanya agar bisa menarik keuntungan lebih dari keahlian, bakat dan kearifan yang dimiliki para anggotanya. Urun rembug gagasan akan melahirkan kebanggaan bersama dalam dunia kerja dan meningkatkan kerjsama tim.

  • Kreativitas adalah metode mencapai sasaran

    Satu aspek terpenting dalam upaya mencapai target organisasi adalah secara terus menerus memberikan nilai terhadap setiap kontribusi dan kreativitas anggota organisasi. Pengembangan kreativitas akan selalu melahirkan banyak metode baru dengan model pendekatan yang berbeda dan unik dalam penyelesaian suatu masalah.

  • Kreativitas adalah proses memunculkan sesuatu yang baru agar diakui ada

    Agar sebuah kreativitas diakui ada, kelompok anggota perlu membangun motivasi di setiap level tentang pendekatan penyelesaian masalah seberapa menjemukan pun pekerjaan itu. Semakin beragam informasi dan gagasan yang diturunkan oleh sebuah kelompok, maka semakin besar peluang untuk melahirkan sebuah kreativitas.

  • Kreativitas adalah sebuah gagasan yang mengilhami munculnya gagasan yang lain

    Sebagai upaya mengembangkan kreativitas di kalangan karyawan ada baiknya mereka dirangsang untuk ikut memikirkan bagaimana organisasi dikembangkan, bagaimana mereka merasa ikut memiliki organisasi dan memiliki komitmen penuh terhadap organisasi.

LOGO


LOGO FE USU


LOGO FE USU


LOGO GMKI



Lima Prinsip Belajar

1. Mengenali betul apa yang menarik untuk kita Jika kita mengetahui betul apa sesungguhnya yang menarik bagi kita, tentu akan lebih mudah mencari ragam informasi penting yang akan kita pelajari. Tak ada seorang pun yang mampu memberikan informasi tentang apa yang menarik untuk kita pelajari kecuali kita sendiri.

Ada baiknya, sekali waktu, Anda berhenti dulu belajar, lalu tanyakan pada diri Anda sendiri, untuk apa Anda belajar? Jika Anda cukup punya alasannya, tak salah bila Anda mencoba mengujinya dengan mengikuti beberapa tes untuk melihat tingkat pemahaman kita dan cara untuk meningkatkannya. Hal terpenting yang perlu diingat adalah seberapa cepat pun kita bisa memahami suatu informasi, maka informasi itu dengan mudah bisa hilang dari ingatan jika ternyata informasi tersebut bukan seperti sesuatu yang menjadi inti ketertarikan kita.


2. Kenalilah kepribadian diri sendiri. Jika kita tahu betul siap kita dan apa yang kita inginkan, maka mempelajari sesuatu yang sesuai dengan keinginan dan kepribadian kita menjadi lebih mudah dilakukan. Sebab, apapun yang akan kita pelajari dan pahamai, seringkali menjadi sia-sia jika ternyata tak sesuai dengan kepribadian kita.

3. Rekam semua informasi dalam kata. Langkah yang paling mudah untuk memahami, mengingat dan mempelajari sesuatu adalah dengan kata. Jadi, langkah yang paling mudah dan bijaksana adalah bila kita terbiasa merekam semua informasi itu dengan cara menuliskannya kembali dalam bentuk apa saja. Gambar, coretan dan yang terbaik adalah catatan tertulis buatan tangan sendiri.

4. Belajar bersama orang lain. Cara termudah untuk belajar sesungguhnya adalah bila kita melakukannya secara bersama-sama. Prinsip belajar ini hampir selalu efektif bagi setiap orang, apa pun karakter belajar yang dimilikinya. Selain itu, belajar juga menjadi terasa lebih menyenangkan dan ringan, bila dilakukan secara bersama-sama.

5. Hargai diri sendiri. Belajar memahami dan menyerap informasi akan menjadi lebih terasa bermanfaat dan berarti bila kita menghargainya. Jadi, rencanakan apa yang Anda akan pelajari dan pahami. Setelah itu, cobalah membuat jeda di antara waktu belajar yang Anda laklukan. Setelah itu, lihat seberapa besar tingkat keberhasilan Anda dalam mempelajari suatu informasi atau fakta tertentu. Bila Anda merasa itu berhasil, maka Anda layak menghargai jerih-payah Anda belajar dengan cara apa saja. Misalnya, merayakannya dengan makan enak atau membeli sesuatu yang bisa mengingatkan Anda akan keberhasilan yang Anda pernah capai. [sumber : http://www.tempo.co.id/edunet/ ]

Tujuh Gaya Belajar Efektif

Tujuh Gaya Belajar Efektif

Banyak gaya yang bisa dipilih untuk belajar secara efektif. Berikut adalah tujuh gaya belajar yang mungkin bisa Anda ikuti

  1. Bermain dengan kata.

    Gaya ini bisa kita mulai dengan mengajak seorang teman yang senang bermain dengan bahasa, seperti bercerita dan membaca serta menulis. Gaya belajar ini sangat menyenangkan karena bisa membantu kita mengingat nama, tempat, tanggal, dan hal-hal lainya dengan cara mendengar kemudian menyebutkannya.

  2. Bermain dengan pertanyaan.

    Bagi sebagian orang, belajar makin efektif dan bermanfaat bila itu dilakukan dengan cara bermian dengan pertanyaan. Misalnya, kita memancing keinginan tahuan dengan berbagai pertanyaan. Setiaop kali muncuil jawaban, kejar dengan pertanyaan, hingga didapatkan hasil yang paling akhirnya atau kesimpulan.

  3. Bermain dengan gambar.

    Anda sementar orang yang lebih suka belajar dengan membuat gambar, merancang, melihat gambar, slide, video atau film. Orang yang memiliki kegemaran ini, biasa memiliki kepekaan tertentu dalam menangkap gambar atau warna, peka dalam membuat perubahan, merangkai dan membaca kartu. Jika Anda termasuk kelompok ini, tak salah bila Anda mencoba mengikutinya.

  4. Bermain dengan musik.

    Detak irama, nyanyian, dan mungkin memainkan salah satu instrumen musik, atau selalu mendengarkan musik. Ada banyak orang yang suka mengingat beragam informasi dengan cara menginat notasi atau melodi musik. Ini yang disebut sebagai ritme hidup. Mereka berusaha mendapatkan informasi terbaru mengenai beragam hal dengan cara mengingat musik atau notasinya yang kemudian bisa membuatnya mencari informasi yang berkaitan dengan itu. Misalnya mendegarkan musik jazz, lalu tergeliik bagaimanalagu itu dibuat, siapa yang membuat, dimana, dan pada saat seperti apa lagu itu muncul. Informasi yang mengiringi lagu itu, bisa saja tak sebatas cerita tentang musik, tapi juga manusia, teknologi, dan situasi sosial politik pada kurun waktu tertentu.

  5. Bermain dengan bergerak.

    Gerak manusia, menyentuh sambil berbicara dan menggunakan tubuh untuk mengekspresikan gagasan adalah salah satu cara belajar yang menyenangkan. Mereka yang biasanya mudah memahami atau menyerap informasi dengan cara ini adalah kalangan penari, olahragawan. Jadi jika Anda termasuk kelompok yang aktif, tak salah mencoba belajar sambil tetap melakukan beragam aktivitas menyenangkan seperti menari atau berolahraga.

  6. Bermain dengan bersosialisasi.

    Bergabung dan membaur dengan orang lain adalah cara terbaik mendapat informasi dan belajar secara cepat. Dengan berkumpul, kita bisa menyerap berbagai informasi terbaru secara cepat dan mudah memahaminya. Dan biasanya, informasi yang didapat dengan cara ini, akan lebih lama terekam dalam ingatan.

  7. Bermain dengan Kesendirian.

    Ada sebagian orang yang gemar melakukan segala sesuatunya, termasuk belajar dengan menyepi. Untuk mereka yang sepetti ini, biasanya suka tempat yang tenang dan ruang yang terjaga privasinya. Jika Anda termasuk yang seperti ini, maka memiliki kamar pribadi akan sangat membantu Anda bisa belajar secara mandiri. [sumber http://www.tempo.co.id/edunet/ ]