Rabu, 11 Februari 2009

DATA BASE

DATA BASE ANGGOTA SENIOR
GMKI KOMISARIAT FEDITA USU


NO NAMA STAMBUK ALAMAT NO. HP PEKERJAAN
1 AMOY SIMAMORA



2 ANDRY ROY 1999


3 ARNOLD SIMANJUNTAK



4 ARON B. PANJAITAN 1999


5 ASWAN PERANGIN-ANGIN 2003


6 BARINGIN SIHOTANG



7 BASRIN ARITAMA NABABAN 1997


8 BENNY SUGITO LUBIS



9 BESTA MARPAUNG 1996


10 BUDIANTA



11 CANDRO SITUMORANG 2001


12 CHARLES TAMPUBOLON



13 DANIEL SILABAN 1999


14 DEBORA RAJAGUKGUK



15 DEDY SIMARMATA



16 DEWI ANASTASIA SURBAKTI 2003


17 DODY AFRIZAL SIANTURI 1998


18 DONALD PURBA



19 DONALD SIRINGO-RINGO



20 EDWARD MARBUN 1988


21 EDY NAPITUPULU 1991


22 ELIANUS PATIJARO



23 ELISABETH SIMANJUNTAK



24 ELON KENCANA GINTING



25 ELVA TAMBUNAN



26 ELVAWATY TAMBUNAN



27 ERA HASONANGAN PURBA 2003


28 ESTER HUTAGAOL 2002


29 ESTER TOBING 2004


30 FRISKA HUTASOIT 2000


31 GOMGOM HUTABARAT 1999


32 HENDRIK ARITONANG



33 HERIANTO SIHOMBING



34 HERMANDO OPUNGSUNGGU



35 IMANUEL HUTAPEA



36 IMELDA SIMBOLON



37 ISNERIES NABABAN



38 IWAN BAMBANG 1988


39 JANFRI ARITONANG



40 JAPARMEN MANALU 1988


41 JAYAKIN RITONGA 1998


42 JEFFRI SILALAHI



43 JENNY SIHOMBING 2004


44 JHONSON SITORUS 2001


45 JIMMY PURBA 1999


46 JOHANES SURBAKTI 1991


47 JOHANES TUMANGGOR 1999


48 JONHANDRIS SILABAN 1991


49 JUDIL HUTAGAOL



50 JULIANTI SITOHANG 1999


51 JULIUS TURNIP



52 JUNITA THERESIA SIMAMORA



53 KAMERLAN GULTOM 2000


54 KAMSER SILABAN



55 KAMSER SITANGGANG



56 KRISMAN SIBARANI 2000


57 KRISTINA TAMPUBOLON 2000


58 LAMBAS ARITONANG 2000


59 LAMSIHAR RUMABUTAR



60 LELY GINTING 2001


61 LENY SIMANGUNSONG 2000


62 LIA MAY SARAH GINTING



63 LISBETH SIBURIAN 1998


64 MAGDALENA NAPITUPULU



65 MANGARANAP SINAGA



66 MARICE MUNTHE



67 MIRANDA HUTABARAT 2002


68 MONANG SINAGA 1996


69 NELLY RAJAGUKGUK



70 NELLY SITINJAK



71 NOVITA BANGUN 2001


72 OBRIENT SIAHAAN



73 PAHALA NAPITUPULU
UD. SURYA

74 PAHOTAN MANURUNG 2000


75 RAMSES BANJANAHOR



76 RAMSES SIREGAR 2001


77 RAMSES SIREGAR 2001


78 RIA SITEPU 2001


79 RIBKA BUKIT 2003


80 RINTO SINAGA 2001


81 RIONALD SIHOMBING 1995


82 ROMA SUMIHAR SITUMORANG 1998


83 RORI MUNTHE



84 ROY BARTON 1997


85 RUDY SIMBOLON 1998


86 SARIAMAL HARU SIRINGO-RINGO 1988


87 SARIAMAN PANGGABEAN



88 SERLI GINTING



89 SERLI SIAGIAN



90 SIHAR R. D. L. TOBING



91 SRI HUTABARAT



92 TETTY SIMATUPANG



93 TETY PASARIBU



94 TOMMY HARIAMAN SIREGAR 1996


95 TRI SUSI HUTAJULU



96 VICI ANNEKE SEMBIRING 1999


97 WINDARLAN SIALLAGAN



98 YENNY TORONG 2001


99
100
101
YOLLY SILALAHI
SANTI NAINGGOLAN
MELDA SIBUEA
1999
2000
2000



Minggu, 18 Januari 2009

Perempuan Indonesia Rentan Osteoporosis

Kaum perempuan di Indonesia hanya mengonsumsi 270 miligram kalsium per hari. Ini berarti asupan mereka kurang dari 50 persen rekomendasi kalsium harian yang dibutuhkan untuk menjaga kekuatan dan kesehatan tulang. Hal ini mengakibatkan tingginya risiko terkena osteoporosis pada perempuan di Tanah Air.


"Untuk itu, kami terus berkomitmen untuk melawan osteoporosis dengan menginvestasikan lebih dari 40 juta dollar AS untuk riset kesehatan tulang secara ekstensif demi menghasilkan produk yang memberi manfaat optimal bagi kesehatan tulang," kata Presiden Direktur Fonterra Brands Indonesia Maspiyono Handoyo, dalam siaran pers, Jumat (16/1), di Jakarta.

Untuk membantu mengurangi risiko osteoporosis, lanjut Maspiyono, kita dapat mengonsumsi makanan yang cukup, kebiasaan yang sehat dan olahraga yang tepat. Pencegahan dapat mengurangi risiko kehilangan sel tulang. Makin cepat melak ukan langkah pencegahan, maka semakin baik hasilnya. "Salah satu cara mencegah osteoporosis adalah konsumsi kalsium cukup. Massa tulang amat dipengaruhi oleh kalsium karena 98 persen dari kalsium tersimpan dalam tulang," ujarnya.

Dosis kalsium yang diperlukan tubuh menurut kelompok umur adalah, anak-anak umur 4-8 tahun 800 mg kalsium per hari, remaja usia 11-18 tahun 1.300 mg kalsium per hari. Adapun perempuan dewasa, perempuan hamil dan menyusui usia 19-50 tahun butuh 1.000 mg kalsium per hari, perempuan dewasa usia di atas 50 tahun butuh 1.200 mg per hari. Sementara pria dewasa di bawah usia 50 tahun butuh 1.000 mg per hari sedangkan usia di atas 50 tahun memerlukan 1. 200 mg per hari.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di European Journal of Clinical Nutrition tahun 2007 yang dilakukan Universitas Otago, New Zealand, bekerja sama dengan SEAMEO TROPMED RCCN, Universitas Indonesia dan Universitas Putra Malaysia, menunjukkan perempuan Indonesia hanya mengonsumsi 270 miligram kalsium perhari atau kurang dari 50 persen rekomendasi kalsium harian yang dibutuhkan.

Asupan yang kurang dari 50 persen rekomendasi harian tersebut juga terjadi di 9 negara di Asia. Padahal kebutuhan kalsium yang dianjurkan per harinya adalah 1.000-1.200 miligram. Kondisi ini menyebabkan banyak perempuan berisiko tinggi terserang pengeroposan tulang atau osteoporosis. Data kepadatan tulang yang dianalisis Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi Bogor tahun 2005 menunjukkan, 2 dari lima orang Indonesia berisiko menderita osteoporosis.

Osteoporosis adalah turunnya kepadatan tulang disertai dengan meningkatnya risiko patah tulang. Osteoporosis dapat mengenai semua tulang, tetapi yang tersering adalah tulang pergelangan tangan, tulang belakang dan tulang panggul. Masalahnya, p engeroposan tulang merupakan salah satu penyakit yang timbul tanpa disertai gejala sehingga perlu diwaspadai sejak dini.

Kaum perempuan memiliki risiko lebih tinggi terkena osteoporosis karena berkurangnya hormon estrogen terutama pada masa menopause. Oleh karena itu, penting bagi seorang perempuan untuk mencapai kepadatan tulang maksimalnya di puncak massa tulang pada usia 25-30 tahun, dengan mengonsumsi cukup kalsium, dan berolahraga dengan beban secara teratur sejak dini.

Data International Osteoporosis Foundation (IOF) memperlihatkan, 50 persen dari kejadian patah tulang panggul di dunia akan terjadi di Asia pada tahun 2050. Osteoporosis tidak hanya terjadi pada wanita, tapi juga mengintai pria. IOF menyatakan, 20-25 persen dari kasus patah tulang panggul akibat osteoporosis terjadi pada pria. Risiko terjadinya patah tulang karena osteoporosis pada kehidupans eorang pria berusia 50 tahun ke atas adalah 30 persen, persentase yang hampir sama besarnya dengan risiko terjadinya kanker prostat.

Senin, 08 Desember 2008

PROPOSAL NATAL DARI GMKI FEDITA USU TAHUN 2008


Medan, 01 Desember 2008

No : 015 /C/PK-GMKI/FEDITA-USU/MDN/XII/2008
Lamp : 1 (satu) Berkas
Hal : Permohonan Bantuan Dana
Kepada Yth.
Kakanda ____________
Di
Tempat

Salam sejahtera,
Kiranya kita dilimpahi segala berkat kasih dan karunia dari Tuhan Yesus Kristus Sang Kepala Gerakan dalam setiap aktivitas pada kehidupan kita sehari-hari.

Perlunya suatu wadah untuk mensyukuri betapa besar anugerah Tuhan kepada umat manusia khususnya civitas GMKI komisariat FEDITA-USU melalui anakNya yang tunggal yang telah dikaruniakanNya kepada kita maka Pengurus Komisariat berinisiatif mengadakan perayan Natal bersama. Diharapkan dengan perayaan natal ini semakin tercipta rasa spritualitas dalam mengimani dan memaknai natal sebagai wadah yang merupakan wujud syukur atas kelahiran Tuhan Yesus Kristus.

Untuk mewujudkan pelaksanaan Perayaan Natal ini, kami menyadari membutuhkan pengorbanan materil dan spiritual. Melalui proposal ini, kami memohon kepada Kakanda agar dapat memberikan partisipasinya dalam bentuk dana. Sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Besar harapan kami agar Kakanda dapat menerima permohonan kami ini dan dapat memberikan partisipasi demi terlaksana kegiatan ini. Demikianlah proposal ini kami perbuat, atas perhatian dan kerjasamanya yang baik, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Ut Omnes Unum Sint

Syalom,

Pengurus Komisariat
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia
FEDITA – USU
Masa Bakti 2008-2009

Amsal Tambun Henrico Simanjuntak
Ketua Sekretaris

Cc.file
HS/hs

PERAYAAN NATAL
GMKI KOMISARIAT FEDITA – USU
TAHUN 2008­­­­­­­­­­­
_________________________________________________________________­­­­
I. LATAR BELAKANG
Sebagai wujud rasa syukur kita dalam memperingati kelahiran Tuhan Yesus Kristus, maka diperlukan suatu wadah untuk merayakan natal bersama sehingga dengan adanya perayaan natal ini kita semakin mengerti makna natal dan mengerti betapa besarnya kasih Tuhan pada kita khususnya civitas GMKI FEDITA-USU.

II. TUJUAN
Dengan diadakannya kegiatan Perayaan Natal diharapkan dapat mewujudkan rasa syukur kita atas anugerah Tuhan yang telah memberikan anakNya yang tunggal sehingga dapat meningkatkan rasa spritualitas dan rasa kekeluargaan antar civitas GMKI FEDITA-USU, simpatisan, serta anak-anak panti asuhan.

III. THEMA DAN SUB THEMA
Thema : “ Bangkitlah Menjadi Taruk bagi Bangsa ”
Sub Thema : “Apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
( Kolose 3:23 )

IV. DASAR PELAKSANAAN
Keputusan Rapat Anggota Komisariat GMKI FEDITA-USU No.008/RAKOM-GMKI/FEDITA-USU/MDN/IX/2008 Tentang Garis-Garis Besar Program dan Kebijakan Umum PK GMKI FEDITA-USU Masa Bakti 2007-2008
Keputusan Sidang Pleno I GMKI FEDITA-USU No.005/SP-1/PK-GMKI/FEDITA-USU Masa Bakti 2008-2009
Kebijakan PK GMKI Komisariat FEDITA Masa Bakti 2008-2009

V. BENTUK KEGIATAN
Kegiatan Perayaan Natal ini dilaksanakan dengan bentuk , Kunjungan Sosial ke Panti Asuhan, kebaktian, ramah tamah dan games.

VI. WAKTU DAN TEMPAT
Hari/tanggal : Sabtu / 20 Desember 2008
Tempat : Panti Asuhan Bait Allah Jalan Binjai Km7,5 Medan
Pukul :

VII. PEMBIAYAAN

TAKSASI BIAYA
PERAYAAN NATAL
GMKI KOMISARIAT FEDITA-USU MEDAN
TAHUN 2008


A. PENGELUARAN
KESEKRETARIATAN
Cetak Proposal
Tipe A 2 buah

Tipe B 50 buah

Kuitansi

Amplop

Rental dan Print

Jumlah

ACARA
1. Pembicara

2. Tertib Acara

3. Sumbangan Sosial Panti Asuhan

4. Partitur Liturgi

5. Lilin

6. Pita Semat 9 @ Rp. 7.000

Jumlah

KONSUMSI
Konsumsi ± 300 orang @ 7000

Snack

Jumlah

PUBLIKASI DAN DOKUMENTASI
Film 1 Roll + Cuci cetak

Karton

Jumlah

DANA
Keripik 500 @ 700

Makanan

Jumlah

TOTAL

Biaya tak terduga 10 %

Total Pengeluaran


B. PENERIMAAN
Subsidi Pengurus Komisariat

Rp. 10.000
Rp. 50.000
Rp. 15.000
Rp. 50.000
Rp. 15.000
Rp. 140.000

Rp. 200.000
Rp. 100.000
Rp. 500.000
Rp. 50.000
Rp. 150.000
Rp. 63.000
Rp. 1.063.000

Rp.2.100.000
Rp. 300.000
Rp.2.400.000

Rp. 50.000
Rp. 20.000
Rp. 70.000

Rp. 350.000
Rp. 500.000
Rp. 850.000
Rp.4.523. 000
Rp. 452.300
Rp.4.975.300

Rp. 300.000

Rp. 135.000
Rp. 450.000
Rp. 50.000

Rp. 100.000
Rp.2.500.000

Rp. 500.000
Rp. 940.300
Rp.4.975.300

Konstribusi Peserta
Pengurus Komisariat (Rp.15.000 x 9)

Anggota Biasa (Rp.15.000 x 30)

Simpatisan (Rp.5.000 x 10)

Proposal
Tipe A (Rp.50.000 x 2)

Tipe B (Rp.50.000 x 50)

Rp. 135.000
Rp. 450.000
Rp. 50.000

Rp. 100.000
Rp.2.500.000

Rp. 500.000
Rp. 940.300
Rp.4.975.300

Aksi Dana
Keripik 500 @ Rp. 1.000

Makanan

TOTAL PENERIMAAN

Rp. 500.000
Rp. 940.300
Rp.4.975.300


VIII. PENGORGANISASIAN
1. PENANGGUNG JAWAB DAN PELAKSANA
Penanggung jawab program dan pelaksana PK GMKI FEDITA-USU Masa bakti 2008-2009
2. Struktur Kepengurusan

STRUKTUR KEPENGURUSAN
GMKI KOMISARIAT FEDITA-USU MEDAN
TAHUN 2008-2009


KETUA : Amsal Tambun


Wakil Ketua : Rosalina Siburian


SEKRETARIS : Henrico Simanjuntak


Wakil Sekretaris Bid. Organisasi dan Komunikasi : Melly Siahaan


Wakil Sekretaris Bid. Pend. Kader dan Kerohanian : Reminche Munthe


Wakil Sekretaris Bid. Aksi dan Pelayanan : Melly Silaban


BENDAHARA : Rosna Hutabarat


Biro-Biro : 1. Lisbeth Simanjuntak 2. Givensy

Nomor Rekening Bendahara :

Rosana Hutabarat

Bank BNI Cabang USU Medan

0135178048

Minggu, 16 November 2008

KOMUNIKASI

Bisnis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.

Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi "bisnis" yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.

Bentuk dasar kepemilikan bisnis

Meskipun bentuk kepemilikan bisnis berbeda-beda pada setiap negara, ada beberapa bentuk yang dianggap umum:

  • Perusahaan perseorangan: Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.
  • Persekutuan: Persekutuan adalah bentuk bisnis dimana dua orang atau lebih bekerja sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan profit. Sama seperti perusahaan perseorangan, setiap sekutu (anggota persekutuan) memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi persekutuan komanditer dan firma.
  • Perseroan: Perseroan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh dewan direktur. Setiap pemilik memiliki tanggung jawab yang terbatas atas harta perusahaan.
  • Koperasi: adalah bisnis yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya. Karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain adalah anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.

Klasifikasi

Bisnis terdiri dari berbagai macam tipe, dan, sebagai akibatnya, bisnis dapat dikelompokkan dengan cara yang berbeda-beda. Satu dari banyak cara yang dapat digunakan adalah dengan mengelompokkan bisnis berdasarkan aktivitas yang dilakukannya dalam menghasilkan keuntungan.
  • Manufaktur adalah bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari barang mentah atau komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan. Contoh manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang fisik seperti mobil atau pipa.
  • Bisnis jasa adalah bisnis yang menghasilkan barang intangible, dan mendapatkan keuntungan dengan cara meminta bayaran atas jasa yang mereka berikan. Contoh bisnis jasa adalah konsultan dan psikolog.
  • Pengecer dan distributor adalah pihak yang berperan sebagai perantara barang antara produsen dengan konsumen. Kebanyakan toko dan perusahaan yang berorientasi-konsumen adalah distributor atau pengecer. lihat pula: Waralaba
  • Bisnis pertanian dan pertambangan adalah bisnis yang memproduksi barang-barang mentah, seperti tanaman atau mineral tambang.
  • Bisnis finansial adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan pengelolaan modal.
  • Bisnis informasi adalah bisnis menghasilkan keuntungan terutama dari pejualan-kembali properti intelektual (intelellectual property).
  • Utilitas adalah bisnis yang mengoperasikan jasa untuk publik, seperti listrik dan air, dan biasanya didanai oleh pemerintah.
  • Bisnis real estate adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah, dan bangunan.
  • Bisnis transportasi adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang lain.

ABOUT GMKI

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia adalah organisasi kemahasiswaan yang didirikan pada tanggal 9 Februari 1950. Namun Christelijke Studenten Vereeniging op Java (CSV) yang menjadi cikal bakal GMKI telah ada jauh sebelumnya dan berdiri sejak 28 Desember 1932 di Kaliurang.

Sejarah

Berdirinya CSV tidak terpisahkan dengan peranan Ir. C.L Van Doorn, seorang ahli kehutanan yang mempelajari aspek sosial dan ekonomi khususnya ilmu pertanian dan kemudian memperoleh doktor di bidang ekonomi serta sarjana di bidang teologi.

Dengan adanya mahasiswa di Indonesia dan bersamaan dengan berdirinya School tot Opleiding van Indishe Artsen (STOVIA) tahun 1910-1924 di Batavia. Selain itu, berdiri juga Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) di Surabaya (1913), Sekolah Teknik di Bandung (1920), Sekolah Kedokteran Hewan di Bogor (1914) dan Sekolah Hakim Tinggi di Jakarta (1924). Pada tahun 1924 terbentuklah Batavia CSV dan inilah cabang CSV yang pertama.

Kurun waktu 1925-1927 para mahasiswa di Surabaya yang tergabung dalam Jong Indie aktif melakukan penelaahan Alkitab. Kelompok ini bersama Batavia CSV mengadakan Konferensi di Kaliurang pada bulan Desember 1932. Pembicara-pembicara utama kegiatan tersebut adalah Dr. J. Leimena, Ir. C.L van Doorn dan Dr. Hendrik Kraemer. Selain itu, beberapa sumber menyebut bahwa Amir Sjarifuddin juga terlibat dalam CSV op Java. [1] [2]

Jumlah anggota CSV op Java dalam kurun waktu 1930-an sekitar 90 orang. Cabang-cabangnya baru ada di kota-kota perguruan tinggi di Jawa (Jakarta, Bogor, Bandung dan Surabaya). Walaupun kecil dan lemah namun keberadaan CSV op Java telah berhasil meletakkan dasar bagi pembinaan mahasiswa Kristen yang akan dilanjutkan GMKI di kemudian hari.

Sejumlah mahasiswa kedokteran dan hukum di Jakarta memutuskan untuk membentuk suatu organisasi mahasiswa Kristen. Organisasi itu untuk menggantikan CSV op Java yang sudah tidak ada. Dalam pertemuan di STT Jakarta tahun 1945, dibentuk Perhimpunan Mahasiswa Kristen Indonesia (PMKI) dengan maksud keberadaannya sebagai Pengurus Pusat PMKI. Dengan demikian Dr. J. Leimena dipilih sebagai Ketua Umum dan Dr. O.E Engelen sebagai Sekretaris Jenderal. Tetapi karena Leimena sibuk dengan tugas-tugas sebagai Menteri Muda Kesehatan, tugas-tugasnya diserahkan kepada Dr. Engelen.

Kegiatan-kegiatan PMKI tidak jauh berbeda dengan CSV op Java dengan Penelahaan Alkitab salah satu inti kegiatannya. Keanggotaan PMKI sebagian besar adalah mahasiswa yang memihak pada perjuangan kemerdekaan. Terbentuklah PMKI di Bandung, Bogor, Surabaya dan Yogyakarta (setelah UGM berdiri) segera menyusul.

Tak lama setelah PMKI lahir, awal tahun 1946 muncul organisasi baru dengan menggunakan CSV di Bogor, Bandung dan Surabaya dengan “CSV yang baru” dan tidak menjadi tandingan PMKI. Kesamaan kedua organisasi ini adalah merealisasikan persekutuan iman dalam Yesus Kristus dan menjadi saksi Kristus dalam dunia mahasiswa.

Masuknya Jepang ke Indonesia mengakhiri eksistensi CSV op Java secara struktural dan organisatoris. Pemerintah pendudukan Jepang melarang sama semua kegiatan-kegiatan organisasi yang dibentuk pada jaman Belanda. Secara prakatis CSV op Java tidak ada lagi sejak tahun 1942. Sepanjang sejarahnya, CSV op Java dipimpin oleh Ketua Umumnya Dr. J. Leimena (1932-1936) serta Mr. Khouw (1936-1939). Sedangkan sekretaris (full time) dijalankan Ir. C.L Van Doorn (1932-1936).

Dengan berakhirnya pertikaian Indonesia dengan Belanda, tahun 1949 berakhir pula “pertentangan” antara PMKI dengan CSV baru tersebut. Tanggal 9 Februari 1950 di kediaman Dr. J. Leimena di Jl. Teuku Umar No. 36 Jakarta, wakil-wakil PMKI dan CSV baru hadir dalam pertemuan tersebut. Maka lahirlah kesepakatan yang menyatakan bahwa PMKI dan CSV baru untuk meleburkan diri dalam suatu organisasi yang dinamakan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan mengangkat Dr. J. Leimena sebagai Ketua Umum hingga diadakan kongres. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan sangat penting dan suatu moment awal perjuangan mahasiswa Kristen yang tergabung dalam GMKI maka pada kesempatan itu Dr. J. Leimena menyampaikan pesan penting yang mengatakan:

"Tindakan ini adalah suatu tindakan historis bagi dunia mahasiswa umumnya dan masyarakat Kristen pada khususnya. GMKI menjadilah pelopor dari semua kebaktian yang akan dan mungkin harus dilakukan di Indonesia. GMKImenjadilah suatu pusat sekolah latihan (leershool) dari orang-orang yang mau bertanggungjawab atas segala sesuatu yang mengenai kepentingan dan kebaikan negara dan bangsa Indonesia. GMKI bukanlah merupakan Gesellschaft, melainkan ia adalah suatu Gemeinschaft, persekutuan dalam Kristus Tuhannya. Dengan demikian ia berakar baik dalam gereja, maupun dalam Nusa dan Bangsa Indonesia. Sebagai bagian dari iman dan roh, ia berdiri di tengah dua proklamasi: Proklamasi Kemerdekaan Nasional dan Proklamasi Tuhan Yesus Kristus dengan Injilnya, ialah Injil Kehidupan, Kematian dan Kebangkitan"

GMKI kemudian berkembang dengan berdirinya cabang-cabang GMKI di berbagai wilayah Indonesia. Dalam transisi kepemimpinan nasional di era Ode Lama, Orde Baru, era Reformasi dan pada masa kini, GMKI mencoba memainkan perannya sebagai wujud semangat nasionalisme dan ekumenisme.


Perkembangan GMKI

Saat ini, GMKI memiliki 65 cabang yang tersebar di kota-kota perguruan tinggi di berbagai provinsi di Indonesia. GMKI merupakan tempat persiapan kader dengan kompetensi dalam iman, ilmu, kepemimpinan dan kepekaan sosial yang dapat diaplikasikan dalam tiga medan pelayanannya yakni, gereja, perguruan tinggi dan masyarakat.

Dalam melakukan Pelayanannya, GMKI membangun kerjasama dengan beberapa institusi seperti Gereja, Universitas, LSM, MEDIA, aktif dalam Kelompok Cipayung (GMKI, GMNI, PMKRI, HMI, PMII) dan FKPI (Forum Kebangsaan Pemuda Indonesia) dengan berbagai program kerjasama. GMKI juga berafiliasi dengan Federasi Mahasiswa Kristen se-Dunia (WSCF) dan saat ini membangun jaringan dengan Perkumpulan Organisasi Kristen dalam bidang Sosial se-Asia (ACISCA).